Orang Dewasa Wajib Tahu! Inilah 7 Pemicu Kemaluan Sakit Usai Berhubungan Intim

Orang Dewasa Wajib Tahu! Inilah 7 Pemicu Kemaluan Sakit Usai Berhubungan Intim


Admin
Saturday, 30 January 2021


Tips Istimewa | Nyeri pada bagian kelamin usai melakukan hubungan seks bisa dirasakan oleh pria dan wanita. Rasa sakit itu bisa datang setelah hubungan seks selesai, atau dalam beberapa kasus, saat hubungan seks sedang berlangsung.

Pada pria, penis bisa terasa nyeri karena berbagai sebab. Berikut adalah sederet alasan, mengapa penis sakit setelah berhubungan seks:

1. Gesekan

Gesekan saat berhubungan seks dapat menyebabkan penis terasa sakit sesudahnya. Peluang untuk merasakan sakit karena gesekan semakin meningkat saat hubungan seks dilakukan dengan kasar atau terlalu bergairah.

Tak hanya pada vagina, gesekan saat penetrasi memang dapat pula menimbulkan iritasi pada penis. Bahkan, gesekan bisa menjadi lebih menyakitkan saat hubungan seks berlangsung dalam kondisi kurang pelumasan.

2. Reaksi alergi

Seseorang mungkin memiliki reaksi alergi terhadap barang-barang yang mereka gunakan saat berhubungan seks, misalnya kondom lateks, spermisida, atau mainan seks.

Biasanya, pria yang mengalami alergi akan merasakan nyeri atau iritasi pada sekitar penis dan area genital. Reaksi alergi bisa langsung atau terjadi beberapa saat setelah berhubungan seks.

Menurut Asthma and Allergy Foundation of America, kurang dari satu persen orang di Amerika Serikat memiliki alergi lateks.

3. Prostatitis

Prostatitis adalah peradangan pada prostat dan sekitarnya. Pada beberapa orang peradangan ini bisa akut atau kronis. Pembengkakan dan peradangan pada prostat dapat menyebabkan seseorang mengalami nyeri atau merasalan sensasi tidak nyaman pada penis, terutama setelah ejakulasi.

Institut Nasional Diabetes, Penyakit Pencernaan, dan Ginjal di AS mencatat, penyebab pasti prostatitis tidak diketahui, tetapi mungkin terjadi karena infeksi bakteri dan kandungan kimia dalam urine.

Bisa pula karena infeksi saluran kemih sebelumnya (ISK) yang menyebabkan respons dalam sistem kekebalan, dan kerusakan saraf panggul.

4. Phimosis

Phimosis adalah suatu kondisi di mana bagian kulup pada penis terlalu ketat untuk ditarik ke atas kepala penis. Phimosis hanya menyerang orang yang belum menjalani prosedur sunat, dan juga terjadi pada masa kanak-kanak daripada di masa dewasa.

Kemungkinan penyebabnya termasuk infeksi, iritasi kulit, dan kondisi kulit tertentu. Saat berhubungan seks, phimosis dapat menyebabkan rasa sakit, kulit pecah, atau kurangnya sensasi. Mengenakan kondom dan menggunakan pelumas dapat membantu membuat hubungan seksual lebih nyaman pada mereka yang menderita phimosis.

5. Balanitis

Balanitis adalah peradangan pada kepala penis, yang dapat menyebabkan perubahan warna, pembengkakan, dan nyeri seperti tertekan.

Pria yang mengalami balanitis juga bisa merasa gatal dan iritasi. Gejala ini dapat terjadi di bawah kulup dalam beberapa hari setelah melakukan hubungan seksual. Seks tanpa pelindung, kebersihan yang buruk, alergi, dan bahan kimia iritan dapat meningkatkan risiko balanitis.

Balanitis juga bisa diderita pria saat ia melakukan hubungan seks dengan wanita yang menderita sariawan vagina. Demi pencegahan, cucilah penis setelah melakukan hubungan seksual.

6. Infeksi menular seksual

Dalam beberapa kasus, penis yang sakit atau teriritasi dapat mengindikasikan infeksi menular seksual (IMS). Beberapa IMS yang umum termasuk herpes genital, klamidia, gonore, dan sifilis.

Gejala IMS lainnya pada penis dapat meliputi, sensasi gatal atau terbakar di penis, atau pun keluarnya cairan dari penis. Ada pula gejala nyeri panggul, serta luka, lecet, atau benjolan di sekitar penis, anus, atau mulut.

Selain itu, mungkin juga ada gejala Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, serta menjadi sering buang air kecil.

7. Infeksi saluran kemih

Jika bakteri dari sistem pencernaan mencapai saluran kemih, bakteri ini dapat berkembang biak dan menyebabkan infeksi saluran kemih atau ISK. Infeksi ini dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada penis.

Gejala ISK dapat meliputi nyeri di perut bagian bawah, area panggul, dan punggung bawah. Lalu, sering buang air kecil dan tak bisa menahan rasa ingin kencing. Ada pula sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil. 

Urine yang keruh dan bau yang tak sedap bisa pula menjadi penanda infeksi ini.